Program Asuransi Pertanian Harus Cepat Diselesaikan

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat realisasi asuransi pertanian di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sampai saat ini, realisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/ K) di daerah tersebut tetap rendah. Dengan program asuransi pertanian harus cepat diselesaikan tentu sangat membantu semuanya.

“NTB kita kejar konsisten realisasinya. Memang tetap rendah, namun sejak tiga bulan terakhir telah membuktikan peningkatan,” kata Direktur Pembiayaan Pertanian pada Di rektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan Indah Megahwati, Jumat 20 September 2019.

Indah dapat memasang anggota timnya di NTB guna memastikan realisasi AUTP dan AUTS/K berlangsung dengan baik. Untuk AUTP, dia optimistis dapat raih 70% berasal dari target 17.000 hektare (ha) yang masuk daftar peserta definitif (DPD).

Saat ini realisasi AUTP NTB baru 946,7 hektare. Begitu pun dengan AUTS/K yang menargetkan 12.000 DPD. Sevab itu, dibutuhkan kesadaran petani betapa pentingnya program asuransi ini.

“Kalau untuk AUTS, kesadaran peternak untuk daftar asuransi telah amat tinggi gara-gara telah merasakan segera manfaatnya. Bahkan prinsip untuk Agus tus sampai Oktober itu telah 10.000 lebih,” kata Indah.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy di berbagai kesempatan menghendaki daerah sehingga lebih gencar mensosialisasikan program asuransi pertanian ini. Pasalnya, tetap banyak petani yang tetap belum menyadari cara mendaftar.

“Kepada Dinas Pertanian semua daerah sehingga konsisten lakukan pendekatan kepada petani. Bisa manfaatkan para penyuluh juga. Ini sehingga perani dapat lebih tenang dan nyaman, serta tidak cemas mengalami gagal panen,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan pihaknya mengalokasikan anggaran program asuransi sebesar Rp163,2 miliar untuk pertanian di tahun ini. Karena itu program asuransi pertanian harus cepat diselesaikan. Anggaran sebesar Rp144 miliar itu untuk AUTP. Untuk AUTS/K dialokasikan sebesar Rp19,2 miliar. Sarwo Edhy menjelaskan, program asuransi tersebut di awali sejak 2015 dengan besaran premi Rp180 ribu/hektare (ha).

“Dari kuantitas premi yang dibayar petani cuma 20 prosen atau Rp36 ribu/ha. Sementara 80 persen, dibayar oleh pemerintah dengan kata lain subsidi. Adapun nilai pertanggungannya sebesar Rp6 juta/ha. Program ini untuk memelihara petani berasal dari gagal panen,” kata Sarwo Edhy.

Kepala Cabang Jasindo Mataram Munfidzu Al Dustur mengatakan, halangan agen bola pendaftaran asuransi pertanian di NTB adalah tingkat kesadaran petani, khususnya petani padi, yang ma sih wajib diberi menyadari fungsi proteksi bisnis tani nya.

Selain itu, musim tanam ke dua yang baru di awali pada Oktober bahkan November atau Desember mendatang.

“Petani padi tetap menunggu hujan untuk mulai tanam sehingga realisasinya tetap rendah. Kan pendaftaran asuransinya menunggu tanam dulu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posted by: admin on

Tag: , , ,