Vape Memang Bisa Menyababkan Penyakit Paru

Komunitas dunia sedang berbicara tentang bahaya vaporizer. Karena vape menyebabkan lebih dari 200 orang tertular penyakit berbahaya. Ilmuwan juga menyatakan jika Vape memang bisa menyababkan penyakit paru yang mematikan.

Dikatakan bahwa bahaya vaping dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan pneumonia. Kasus ini bahkan menyebabkan kematian orang, tidak sedikit.

Untuk mengetahui alasannya, para ilmuwan di Amerika Serikat melakukan penelitian. Hasilnya dipublikasikan, disebutkan bahwa banyak isi rokok elektrik berbahaya.

Salah satu bahan berbahaya dalam vaporizer adalah minyak yang berasal dari vitamin E. Kandungan ini ditemukan di hampir semua uap ganja yang berhubungan dengan penyakit paru-paru.

Ilmuwan FDA percaya bahan kimia itu dapat menyebabkan infeksi paru-paru serius. Disebutkan juga dapat menyebabkan lebih dari 200 penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan vaping.

Para ahli FDA mengatakan kandungan minyak telah dikaitkan dengan gejala yang mirip dengan infeksi paru-paru parah. Karena itu ditemukan pada 10 dari 18 sampel rokok elektronik dan cairan ganja yang mereka uji.

Dailymail melaporkan beberapa penyakit yang sangat berbahaya bagi pengguna bola pulsa vape. Okezone merangkum hal-hal berikut, yang ditulis pada Sabtu (9/9/2019).

Telah disebutkan bahwa cairan yang ada dalam vaporizer mirip dengan nikotin. Para ilmuwan di Amerika Serikat menguji sampel tersebut, hasilnya adalah minyak yang berasal dari vitamin E yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru.

Eksperimen pada tikus betina yang menghirup uap uap dinyatakan tidak subur. Ini berarti bahwa ketika seorang wanita menghisap vaporizer atau menghirup, hanya uapnya akan menjadi tidak subur atau melahirkan bayi prematur.

Para ilmuwan juga menemukan bahaya vaporizer yang dapat menyumbat paru-paru. Salah satunya adalah risiko pneumonia. Beberapa korban meninggal di Amerika Serikat karena alat penguap ini, banyak yang menderita pneumonia. Akibatnya Vape memang bisa menyababkan penyakit paru dan sangat berbahaya.

Pada 27 Agustus 2019, ada 215 orang yang terkena gejala pneumonia berat dan bahkan gagal paru-paru. Mereka dirawat di rumah sakit, tepatnya di 25 negara bagian Amerika Serikat.

Dengan kasus ini, WHO melarang siapa pun untuk menggunakan vape karena itu berbahaya. Termasuk di antara wanita hamil, remaja dan orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posted by: admin on

Tag: , , ,